Bukan Sekadar Melayani, Tapi Juga Memahami. Petugas Kecamatan Alian Belajar Bahasa Isyarat untuk Wujudkan Pelayanan Publik yang Inklusif.
Bukan Sekadar Melayani, Tapi Juga Memahami. Petugas Kecamatan Alian Belajar Bahasa Isyarat untuk Wujudkan Pelayanan Publik yang Inklusif.
Bukan Sekadar Melayani, Tapi Juga Memahami. Petugas Kecamatan Alian Belajar Bahasa Isyarat untuk Wujudkan Pelayanan Publik yang Inklusif.
Kebumen – Pelayanan publik yang ramah dan inklusif terus didorong di Kabupaten Kebumen. Petugas layanan Kecamatan Alian turut mengikuti Pelatihan Bahasa Isyarat yang diselenggarakan di MEXOLIE HOTEL Kebumen, Kamis (17/9/2026), bersama unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Kebumen.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kebumen, Bapak Cokro Aminoto, S.IP., M.Kes. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas petugas pelayanan agar mampu berkomunikasi secara lebih baik dengan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan materi dari dua narasumber. Ibu Istini Anggoro dari PPRBM Solo menyampaikan materi “Membangun Etika Berinteraksi dengan Disabilitas”. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya membangun komunikasi dan interaksi yang tepat, santun, serta menghargai keberagaman kebutuhan penyandang disabilitas.
Sementara itu, Bapak Halim Wijaya Persada, S.Pd. dari SLB Tamanwinangun memberikan materi “Belajar Bersama Bahasa Isyarat Indonesia”. Peserta diajak mengenal dan mempraktikkan bahasa isyarat sebagai salah satu bentuk komunikasi yang dapat diterapkan dalam pelayanan kepada masyarakat tuli.
Keikutsertaan petugas Kecamatan Alian dalam pelatihan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya pelayanan publik yang inklusif, ramah, mudah diakses, dan tidak diskriminatif. Kemampuan memahami etika berinteraksi dengan penyandang disabilitas serta penggunaan bahasa isyarat menjadi bekal penting bagi petugas dalam memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh masyarakat.
